RAKYAT JAHAT DAPAT PEMIMPIM JAHAT

RAKYAT JAHAT DAPAT PEMIMPIM JAHAT

“Dan tiap-tiap berita dari berita Rasul-rasul itu, kami ceritakan kepadamu (wahai Muhammad), untuk menguatkan hatimu dengannya. Dan telah datang kepadamu dalam berita ini kebenaran dan pengajaran serta peringatan bagi orang-orang yang beriman.” - [Surah Hud, ayat 120]

Ayat 120 dalam Surah Hud membawa pengajaran penting, yang harus diperhati oleh setiap muslim. Berita atau khabar besar dalam Al-Qur’an bukanlah untuk dibaca sahaja, sebaliknya perlu ada tindakan aktif oleh pembacanya – sama ada seseorang itu wajib berhenti melakukan dosa dan larangan Allah, atau perlu melaksanakan perintah Allah SWT sebaik mungkin. Kisah Nubuwwah yang terkandung di dalam Surah Hud juga sentiasa relevan dengan keadaan
masyarakat semasa.

Apa yang terjadi zaman dahulu, masih lagi terjadi pada zaman sekarang. Orang Islam tidak boleh melihat kisah Nabi Nuh AS sebagai hanya kisah sejarah sahaja, tetapi wajib ambil pengajaran daripada kisa baginda ini. Dengan setiap kisah-kisah itu, Allah SWT teguhkan hati orang-orang yang mahu mengambil pengajaran darinya. Maka tujuan kisah-kisah itu disampaikan kepada manusia untuk meneguhkan hati.

Mengapa harus teguhkan hati dan bukan tubuh badan? Ia kerana menjalankan kerja-kerja dakwah memerlukan hati yang teguh dan kental. Ia bukan bidang bagi orang yang lemah jiwanya. Hati seseorang jugalah yang menerima kalimat kebenaran, memberi respon kepada peringatan Allah SWT, serta tunduk kepada keagungan nasihat yang terkandung dalam Al-Quran. “Dan kalau Kami tidak memperkuat (hati) mu, nescaya kamu hampir-hampir condong sedikit kepada mereka. - [Surah Al-Isra’, ayat 74]

Seandainya bukan kerana Allah SWT, maka tidak ada seorang pun yang teguh pendiriannya di atas Islam serta jalan dakwah yang dipenuhi ujian ini, dan sudah tentulah manusia tidak bersabar terhadap tuntutan kebenaran dan risalah sebesar apapun kemampuan dan kekuatannya. Demikian doa Nabi SAW yang bermaksud; “Ya ALLAH, Tuhan yang membolak-balikkan hati-hati, tetapkanlah hatiku pada agamaMu.” - [HR at-Tirmidzi No.3522, Ahmad VI/302, 315 dan al-Hakim I/525]

Justeru kita mempelajari daripada kisah nubuwwah dan mengambil semangat mereka, untuk teguhkan hati dalam berdakwah. Kisah-kisah ini telah memberi semangat kepada Nabi Muhammad SAW dan para sahabat, maka setiap muslim seharusnya mempunyai semangat yang tinggi.

Di dalam kisah-kisah Nabi itu juga ada peringatan. Peringatan adalah kepada perkara yang kita sudah tahu, tetapi diingatkan selalu oleh kerana perangai manusia yang sering terlupa. Al-Qur’an perlu dibaca selalu, dan difahami kisah-kisahnya, supaya dapat menjadi peringatan di dalam hidup setiap muslim.

Kisah-kisah di dalam Al-Quran mampu menjadi pengajaran dan peringatan kepada setiap orang, tetapi yang mengambil manfaat daripadanya adalah orang-orang beriman sahaja. Hanya mereka yang mahu mencari kebenaran dan kerana itu mereka boleh beroleh kebaikan daripada kisah-kisah itu.

Pada hari kiamat ketika seluruh manusia dibangkitkan dari kematian mereka akan membasuh wajah mereka sebagaimana kebiasaan orang yang bangun tidur membasuh wajahnya. Mereka yang hanya tergores sedikit kesalahan jiwanya dapat kembali disucikan, namun mereka yang telah menghitamkan jiwanya akan semakin berada di palung kegelapan.

Jangan biarkan kegelapan cinta dan dunia fana memperdaya diri, sebagaimana tipu daya penjual dan penimbangnya. Sedarlah dan hilangkan warna gelap dari wajah sendiri. Jangan dibiarkan kegelapan warna beradu dengan warna asli wajah kita, hingga menjadi warna yang sama. Segeralah bersihkan wajah dari kegelapan yang menyesatkan itu.

Sesungguhnya di hari kiamat nanti, seorang hamba tidak dapat melarikan diri dari peradilan sehingga menjawab tiga pertanyaan. Pertama, bagaimana engkau menghabiskan umurmu yang berharga? Kedua, bagaimana engkau melewati masa mudamu? Ketiga, dari mana engkau peroleh dan untuk apa kau belanjakan hartamu? “Pada hari dilihatkan segala rahsia.” - [Surah At-Taariq, ayat 9]

Sememangnya seorang manusia itu banyak rahsia. Banyak perkara yang dilakukan oleh pemimpin, persatuan, parti politik, dan sebagainya, dirahsiakan daripada orang awam. Kadangkala rahsia itu terbongkar di dunia, dan memberi
kejutan kepada masyarakat di luar. Jangan kita takut untuk mengbongkar keburukan melakukan rasuah kerana amaran Allah cukup menakutkan seperti mana yang disebut dalam hadis yangg bermaksud: ”Sesungguhnya manusia apabila melihat orang zalim dan lalu mereka tidak mencegahnya maka tidak lama lagi Allah akan meratakan hukuman ke atas mereka.”

Namun ada rahsia yang ditutup oleh Allah SWT di bumi, tetapi akhirnya akan terbongkar juga di akhirat nanti. Inilah bentuk hukuman Allah yang paling dahsyat, kerana orang itu tidak diberi peluang untuk bertaubat di dunia, dan balasan kepadanya di akhirat adalah sangat pedih. Keselamatan di dunia tidak menjaminkan keselesaan di akhirat kelak.

Ingat azab Allah itu lebih dahsyat akibat kezaliman manusia kerana penyebab keosakan peradaban dan lemahnya bangsa seta penyebab terjadinya penindasan kelompok yang kuat atas kelompok yang lemah seperti fiman Allah: ”Dan betapa banyaknya penduduk negeri yang zalim yang telah kami binasakan dan kami adakan sesudah mereka itu kaum yang lain (sebagai penganti)

Dalam hadis yang lain nabi bersabda, ”Ketidakmakmuran umatku terjadi karena kerosakan yang ditimbulkan oleh umatku sendiri, kecuali ia yang berpegang teguh pada ajaranku ketika kerosakan itu terjadi, maka baginya pahala sebagaimana orang yang syahid.”

Rasulullah SAW mengabarkan akan datangnya suatu zaman yang umat manusia justru menyingkirkan manusia-manusia shalih dan memilih para penjahat dan perusak agama sebagai pemimpin mereka.  Siapapun tahu bahwa para pemangku kekuasaan itu lebih didominasi oleh orang-orang yang gila jabatan dan kedudukan, kemashyuran dan kekuasaan

Dr. Ahmad Al-Mubayyadh menjelaskan bahwa fenomena terpilihnya para penjahat dan tersingkirnya orang-orang shalih menggambarkan bahwa keadaaan masyarakat ketika ini memang sudah rusak dan parah. Kerusakan masyarakat secara moral dan spiritual membuat mereka juga menolak jika orang-orang baik memimpin mereka, sebab masyarakat yang telah rusak juga sangat keberatan jika berbagai kesenangan dan syahwat yang selama ini telah menjadi kebiasaan mereka tiba-tiba dihapuskan.

Berat sekali fitnah yang harus dihadapi oleh kaum muslimin di akhir zaman, terutama bila sudah berhadapan dengan kekuasaan yang berada di tangan orang-orang zalim. Fenomena rakyat dan pemimpin yang zalim adalah lingkaran setan yang terus berputar tanpa diketahui jalan untuk memutusnya. Semua saling ketergantungan.
Mungkin tidak banyak yang dapat kita lakukan, namun mudah-mudahan wasiat Nabi SAW ini boleh diperhatikan oleh setiap Muslim:
”Benar-benar akan datang kepada kalian suatu zaman yang para penguasanya menjadikan orang-orang jahat sebagai orang-orang kepercayaan mereka dan mereka menunda-nunda pelaksanaan shalat dari awal waktunya. Barangsiapa mendapati masa mereka, janganlah sekali-kali ia menjadi seorang penasehat, polisi, penarik pajak, atau bendahara bagi mereka.”

Sekularisme telah mempengaruhi masyarakat untuk melihat politik atau kepimpinan semata-mata ruang untuk mendapat habuan dunia, bukan untuk memikul tanggungjawab mendidik dan memimpin masyarakat kepada kesejahteraan dan barakah. Setelah sekian lama, sampai masa untuk setiap muslim bermuhasabah. Bukan sahaja pemimpin, malah rakyat jelata juga tidak terlepas daripada hisab di akhirat. Kembalilah kepada prinsip Islam dalam memilih pemimpin. Pilihlah pemimpin yang tidak mengejar kedudukan untuk bersenang-lenang, tetapi atas rasa tanggungjawab kepada Allah dan sesama manusia.

Saidina Umar ketika diminta untuk menggantikan Saidina Abu Bakar as-Siddiq, telah menghunus pedang dengan berkata; “Kalau aku bengkok, luruskan aku dengan pedang dan jika kamu bengkok, aku juga akan meluruskan kamu
dengan pedang ini.”

Hayati sabda Nabi SAW berkaitan kelebihan dan ancaman kepada pemimpin yang bermaksud; “Tidaklah seseorang diamanahkan memimpin sesuatu kaum kemudian dia meninggal dalam keadaan berkhianat terhadap rakyatnya, maka diharamkan baginya Syurga.” - (HR Bukhari dan Muslim)

Hubungi Kami

Alamat:
No.5B, Jalan 3/70 Damai Point, Seksyen 3, 43650 Bandar Baru Bangi. Selangor

Telefon: +60 17-377 7732
Email: alfalahmadani2022 [@] gmail.com

Jumlah Pengunjung

017937
Hari ini: 189
Minggu Ini: 532
Bulan Ini: 3,078
Tahun Ini: 17,937
Tahun Lepas: 52,147
Image

Alfalahmadani.my merupakan sebuah portal yang bertanggungjawab untuk bertindak sebagai penampan bagi setiap tuduhan, fitnah, kekeliruan, ketidakfahaman dan kecelaruan yang berlegar di minda rakyat. Sama ada isu-isu yang timbul secara organik di media sosial, ataupun yang didorong sebagai naratif oleh pihak-pihak tertentu,

Alfalahmadani.my akan menjawab setiap permasalahan dengan pengetahuan, kebijaksanaan dan kebenaran. Tentunya, kehadiran Alfalahmadani.my bukan berhasrat menyatakan kesempurnaan pemikiran, tetapi sebagai wahana untuk menuju kesempurnaan pengetahuan dalam konteks pemikiran semasa, dan kebijaksanaan yang mampu diusahakan.