DUNIA SEMENTARA, AKHIRAT SELAMANYA

DUNIA SEMENTARA, AKHIRAT SELAMANYA

Ada sebuah kisah tentang seorang pedagang kaya raya di sebuah kota besar. Hartanya melimpah, rumahnya megah, mobilnya berderet. Ia dikenal lihai mengatur urusan bisnis, bahkan sanggup meloloskan diri dari jeratan hukum ketika jelas-jelas melakukan penyelewengan. Dengan uang dan kekuasaan, ia mampu menutup mata banyak orang.
 
Namun pada suatu malam, ketika pesta mewahnya sedang berlangsung, tubuhnya tiba-tiba rebah. Nafasnya tersengal, wajahnya pucat. Ambulans memang datang, dokter memang berusaha, tapi ajal lebih cepat mengetuk. Semua yang ia banggakan – kekayaan, kekuasaan, jaringan orang penting – tidak ada yang bisa menahan kepulangan itu.
 
Kisah itu nyata terjadi, meski kita bisa menemuinya dalam banyak wajah manusia di sekitar kita. Di situlah kita sadar: dunia ini ibarat panggung sandiwara. Ada aktor yang berperan jujur, ada yang pandai menipu. Ada yang menang tepuk tangan manusia, ada pula yang dicaci. Tetapi ketika layar ditutup, ketika tirai ajal jatuh, semua akan beralih menuju panggung yang sesungguhnya: pengadilan Allah di akhirat.
 
Dunia: Sebuah Persinggahan Sementara
 
Bayangkan kita sedang berada di bandara transit. Ruangannya luas, kursinya empuk, bahkan ada toko-toko mewah yang menjual segala macam barang. Kita bisa belanja, makan, atau sekadar menikmati musik. Tapi kita tahu, kita tidak akan selamanya di situ. Cepat atau lambat, pengumuman akan terdengar: “Penerbangan menuju tujuan akhir telah tiba. Silakan naik ke pesawat.”
 
Begitulah dunia: sebuah ruang tunggu. Kita bisa menikmatinya, tapi tidak selamanya. Yang kekal adalah kampung akhirat. Itulah yang Allah tegaskan:
 
“Dan kehidupan dunia ini hanyalah kesenangan yang menipu.” (QS. Al-Hadid: 20)
 
Hukum Dunia Bisa Tertipu, Hukum Allah Tak Pernah Lalai
 
Dalam sejarah, kita mengenal para penguasa lalim, koruptor besar, penipu ulung. Mereka mungkin bisa tersenyum di hadapan kamera, bebas dari jerat hukum, bahkan dielu-elukan sebagian orang. Tetapi semua itu hanyalah topeng sementara.
 
Di akhirat kelak, semua topeng akan tercabut. Allah berfirman:
 
“Barangsiapa mengerjakan kebaikan seberat zarrah pun, niscaya dia akan melihat (balasan)nya. Dan barangsiapa mengerjakan kejahatan seberat zarrah pun, niscaya dia akan melihat (balasan)nya.” (QS. Az-Zalzalah: 7–8)
 
Tak ada ruang untuk lari, tak ada tempat untuk sembunyi. Gunung-gunung akan runtuh, bumi akan bersaksi, bahkan tangan dan kaki kita sendiri akan berbicara, menceritakan apa saja yang pernah kita lakukan.
 
Menjadi Cahaya di Tengah Gelap
 
Mungkin ada di antara kita yang merasa kecil: hidup pas-pasan, sering dizalimi, kerja keras tak pernah dihargai. Kita bagai pelita kecil di tengah gelap malam. Tapi jangan pernah padam. Allah melihat setiap sinar yang kita nyalakan.
 
Ingatlah, keadilan Allah bukan hanya untuk menghukum yang jahat, tetapi juga untuk mengangkat yang sabar. Betapa banyak orang kecil yang kelak duduk mulia di sisi Allah, karena kesabarannya menjaga iman, kejujurannya dalam hidup, dan keteguhannya menolak keburukan meski tergoda oleh dunia.
 
Waspada dalam Setiap Langkah
 
Setiap hari, kita ibarat penulis yang sedang mengisi buku catatan amal. Kertasnya putih, tintanya adalah perbuatan kita. Kita bebas menulis apa saja – kebaikan atau keburukan. Tetapi pada hari kiamat, buku itu akan dibacakan di hadapan kita.
 
Pertanyaannya sederhana: apakah kita ingin membacanya dengan bangga, ataukah dengan wajah tertunduk penuh penyesalan?
 
Kesadaran ini seharusnya menumbuhkan dua hal dalam hati kita:
1. Inspirasi untuk terus berbuat baik. Karena sekecil apa pun kebaikan, Allah tak akan menyia-nyiakannya.
2. Kewaspadaan untuk tidak berbuat jahat. Karena sekecil apa pun keburukan, akan menjadi bara api yang membakar kita kelak.
 
Penutup
 
Dunia hanyalah jalan, akhiratlah tujuan. Jangan sampai kita sibuk menata tapak sementara, tetapi lupa membangun rumah abadi.
 
Maka, mari kita hidupkan iman dengan amal, nyalakan hati dengan dzikir, dan jadikan hidup ini ladang kebaikan. Karena pada akhirnya, hanya itu yang akan kita bawa ketika dunia ini ditinggal selamanya.
 
“Dunia hanyalah panggung singkat, tempat kita mengenakan topeng peran. Tapi akhirat adalah pentas abadi, tempat wajah asli kita terbuka tanpa tirai. Maka jadilah hamba yang berperan benar, agar tepuk tangan Allah-lah yang menyambutmu kelak.”
— Jasman Jaiman

Hubungi Kami

Alamat:
No.5B, Jalan 3/70 Damai Point, Seksyen 3, 43650 Bandar Baru Bangi. Selangor

Telefon: +60 17-377 7732
Email: alfalahmadani2022 [@] gmail.com

Jumlah Pengunjung

049179
Hari ini: 101
Minggu Ini: 609
Bulan Ini: 4,641
Tahun Ini: 49,179
Tahun Lepas: 5,538
Image

Alfalahmadani.my merupakan sebuah portal yang bertanggungjawab untuk bertindak sebagai penampan bagi setiap tuduhan, fitnah, kekeliruan, ketidakfahaman dan kecelaruan yang berlegar di minda rakyat. Sama ada isu-isu yang timbul secara organik di media sosial, ataupun yang didorong sebagai naratif oleh pihak-pihak tertentu,

Alfalahmadani.my akan menjawab setiap permasalahan dengan pengetahuan, kebijaksanaan dan kebenaran. Tentunya, kehadiran Alfalahmadani.my bukan berhasrat menyatakan kesempurnaan pemikiran, tetapi sebagai wahana untuk menuju kesempurnaan pengetahuan dalam konteks pemikiran semasa, dan kebijaksanaan yang mampu diusahakan.