Ujian dalam kehidupan dalam silih berganti. Dari sekian banyak masalah yang dihadapi, pasti ada suatu masalah yang menyebabkan kita kehilangan kesabaran. Khususnya sebagai anak muda yang sangat mudah untuk marah karena memiliki emosi yang sangat labil. Apalagi maslaah itu menyangkut dengan masalah percintaan.
Menurut Syeikh Ibnu Qoyyim Al-Jauziyah, bahawa sabar merupakan budi pekerti yang bisa dibentuk oleh seseorang. Ia menahan nafsu, menahan sedih, menahan jiwa dari kemarahan, menahan lidah dari merintih kesakitan dan juga menahan anggota badan dari melakukan yang tidak pantas. Sabar merupakan ketegaran hati terhadap takdir dan hukum-hukum syari’at.
Tentunya belajar untuk sabar itu tidak mudah, memerlukan proses yang panjang dan luar biasa, karena kita harus bisa melawan dan mengendalikan emosi yang ada di dalam diri kita sendiri. Dan pelajaran terbaik untuk bisa bersabar adalah mencontoh teladan kita iaitu Nabi Muhammad SAW, dari perilaku baginda dalam menghadapi setiap ujian yang datang menimpa.
Dapat kita ketahui dari sejarah hidup Nabi Muhammad SAW dalam menyebarkan agama Islam. Berbagai macam ujian dan rintangan beliau hadapi, baik berupa hinaan, cacian, sampai hampir dibunuh oleh kaum kafir Quraisy. Tapi semua itu baginda hadapi dengan begitu sabar dan tidak ada niat sedikitpun untuk membalasnya.
Rasulullah SAW mengajarkan kita untuk selalu bersabar dan memaafkan orang yang telah menyakiti kita karena Allah SWT menyukai perbuatan tersebut. Sebagaimana dalam firman-Nya:
“Dan orang-orang yang menahan amarahnya dan memaafkan kesalahan sesame manusia. Allah menyukai orang-orang yang berbuat bauk.” (al-Quran, al-Imran 3: 134).
Dalam sebuah hadis juga disebutkan, bahwa Abu Hurairah mengatakan bahwa ada seorang yang berkata kepada Rasulullah SAW:
“Sesungguhnya aku mempunyai keluarga yang selalu aku hubungi. Namun, mereka memutuskan silaturrahmi denganku. Aku pun selalu berbuat baik kepada mereka. Tapi, mereka berbuat jahat kepadaku. Aku juga selalu berbuat santun kepada mereka. Namun, mereka selalu tidak tahu diri.”
Kemudian Rasulullah SAW memerintahkan kepada kita untuk selalu berbuat baik kepada orang lain, walaupun kebaikan itu dibalas dengan kejahatan. Karena orang yang berbuat kebaikan akan selalu mendapatkan pertolongan dari Allah SWT dan mendapat pahala yang berlipat.
Tumbuhkanlah rasa saling menyayangi antara sesama. Jangan saling membenci dan memiliki rasa dendam kepada saudaramu sendiri, karena perbuatan itu akan membuatmu selalu merasa gelisah. Belajarlah untuk memaafkan orang yang pernah menyakitimu dengan berlapang dada.
