ALIRAN-ALIRAN DALAM ISLAM

ALIRAN-ALIRAN DALAM ISLAM

Dalam sejarah Islam, perkembangan pemikiran, peradaban, aliran dan gerakan tumbuh demikian pesat, sehingga menimbulkan kontroversi-kontroversi yang tidak produktif di kalangan kaum Muslimin. Kemunculan berbagai aliran dan mazhab dengan beragam pandangan yang berbeza-beza ini mulai marak pasca meninggalkannya Muhammad s.a.w, tokoh agung yang menjadi sumber inspirasi, teladan, dan rujukan segala urusan dunia dan akhirat.

Segala puji bagi Allah SWT, shalawat serta salam semoga tercurahkan ke haribaan Nabi Muhammad s.a.w, pemimpin umat, pelopor kebangkitan dan pembawa Sunnah. Beliau adalah teladan kita paling tinggi, sementara umat Islam adalah umat contoh sejak masa Rasulullah s.a.w hingga wafatnya.

Kemudian umat Islam berpecah belah dan berselisih pendapat, muncul berbagai cita-cita dan tujuan yang berbeda-beda, fenomena jahiliyah berulang kembali serta muncul doktrin sektarianisme. Lahirlah berbagai golongan, kelompok, aliran dan gerakan. Semuanya mengaku sebagai penyebar dan penganut agama Islam. Mempropagandakannya sebagai agama dan Negara, akidah dan gaya hidup.

Umat Islam tercermin dari berbagai golongan, kelompok, dan aliran tersebut. Kemunculannya merupakan khazanah bagi perjalanan umat Islam, baik naik dan terpuruk maupun maju dan terbelakang. Sebahagian golongan, kelompok dan aliran ini sekilas nampak sebagai masalah social semata, namun selama masa yang panjang, lalu berubah menjadi politik.

Kita tidak perlu khuatir terhadap fenomena berbagai golongan, mazhab, aliran, sekte, gerakan, maupun parti. Kerana fenomena Islam ini sama halnya dengan berbagai fenomana lain yang memiliki khazanah sejarah yang melimpah dan kekuatan gerakan yang besar di tengah masyarakat.

Munculnya berbagai golongan ini merupakan konsekuensi dari hukum pluralism dan harmonisasi. Masuknya Islam ke suatu negeri bererti adaptasi dengan berbagai ideologi yang ada di dalamnya. Lalu keduanya akan sampai pada bentuk-bentuk harminisme yang berbeda sesuai dengan perbedaan lingkungan. Juga mengikuti hukum alam yang mengandung pertemuan dan perpisahan, sebagaimana firman Allah SWT : Jikalau Tuhanmu menghendaki, tentu Dia menjadikan manusia umat yang satu, tetapi mereka senantiasa berselisih pendapat. Dan Tuhanmu sekali-kali tidak akan membinasakan negeri-negeri secara zalim, sedang penduduknya orang-orang yang berbuat kebaikan, (Huud: 118-119). Allah SWT juga berfirman. Sekiranya Allah SWT menghendaki, nescaya kamu dijadikan-Nya satu umat (saja), (Huud:48)

Dengan demikian, sangatlah logis apabila kelompok, gerakan, mazhab, golongan, aliran dan partai bertambah banyak. Dalam masa perkembangan umat Islam, fenomena ini nampak semakin ketara, namun pada masa krisis dan stagnasi, perbedaan semakin pudar dan sebahagian pemikiran hilang.

Umat Islam merupakan umat yang paling banyak memiliki golongan, partai, kelompok, aliran, sekte, mazhab, dan gerakan. Agama Islam datang untuk semua manusia, baik merah, putih, hitam dan kuning, dan untuk segenap bangsa di utara, selatan, timur dan barat. Islam mencakup seluruh agama-agama sebelumnya, menunjukkan berbagai cacat dan kekurangannya serta menghadapi serangan baik dari kalangan sendiri, maupun kalangan luar (agama lain). Setiap kali suatu umat masuk ke dalamnya, maka Islam akan membentuknya sesuai dengan sejarah dan kondisinya. Kemudian Islam menyebar ke seluruh muka bumi dan berbagai perbedaan di antara pengikutnya semakin banyak. Hal itu bukanlah cela, melainkan sebagai sesuatu yang logis.

Sebagai catatan, setiap agama, mazhab, dan kelompok memiliki waktu dan masa, dimana setiap mazhab berkembang dan setiap agama meningkat. Semuanya berakhir dan habis kecuali Islam kerana ia berlaku untuk semua waktu dan masa serta segenap masyarakat. Barang siapa hidup lebih lama, maka semakin banyak dia menghadapi berbagai aliran dan gelombang, polemic dan dialog serta pertikaian dan konflik. Hal itu berimbas pada peta politik dan pemikiran, yakni munculnya berbagai mazhab baru, revivalisme mazhab lama, deklarasi berbagai parti dengan program-program kontemporer serta munculnya berbagai gerakan dan golongan dengan berbagai karakteristik masing-masing.

Golongan Syiah dan pengikutnya merupakan aliran dan kelompok terbesar dalam sejarah Islam. Golongan ini merupakan yang pertama kali muncul dalam Islam, dan kebanyakan dituding sebagai ghuluw (sesat). Hingga saat ini golongan Syiah masih merupakan pilar pemikiran terpenting dalam ideology-religius dan dalam Islam-politik secara umum.

Adapun aliran Sunnah, termasuk Ishlahiyyin, berkembang di seantero dunia Islam dan di manapun terdengar suara azan Laa ilaaha Illallah Gerakan mereka kadang-kadang diiringi dengan kekerasan dan pengikut mereka acapkali merebut hati para penguasa dengan revolusi. Namun, secara umum mereka adalah kalangan talimiyah (terpelajar).

Kalangan ini menuntut perubahan melalui pengajaran ulang serta dorongan kesadaran terhadap makna-makna Islam. Kerana itu, karya-karya mereka banyak tentang tafsir Al-Quran, penjelasan kandungan Sunnah, makna Negara serta kewajiban penguasa dan rakyat. Mereka menganut agama, sekalipun dalam konteks pemahaman politik, sebagai penunjuk umat Islam menuju kualitas yang lebih baik, entah dalam urusan hukum, tujuan social, sasaran pengajaran dan pendidikan, mahupun faktor-faktor kebangkitan ilmiah.

Hubungi Kami

Alamat:
No.5B, Jalan 3/70 Damai Point, Seksyen 3, 43650 Bandar Baru Bangi. Selangor

Telefon: +60 17-377 7732
Email: alfalahmadani2022 [@] gmail.com

Jumlah Pengunjung

037021
Hari ini: 428
Minggu Ini: 2,240
Bulan Ini: 3,136
Tahun Ini: 37,021
Tahun Lepas: 52,147
Image

Alfalahmadani.my merupakan sebuah portal yang bertanggungjawab untuk bertindak sebagai penampan bagi setiap tuduhan, fitnah, kekeliruan, ketidakfahaman dan kecelaruan yang berlegar di minda rakyat. Sama ada isu-isu yang timbul secara organik di media sosial, ataupun yang didorong sebagai naratif oleh pihak-pihak tertentu,

Alfalahmadani.my akan menjawab setiap permasalahan dengan pengetahuan, kebijaksanaan dan kebenaran. Tentunya, kehadiran Alfalahmadani.my bukan berhasrat menyatakan kesempurnaan pemikiran, tetapi sebagai wahana untuk menuju kesempurnaan pengetahuan dalam konteks pemikiran semasa, dan kebijaksanaan yang mampu diusahakan.